Desa Komalasa dan Misteri Goa "Sejarah Bawean"

Komalasa dan misteri goa

Komalasa kota pelabuhan, kota pelabuhan yang banyak menyimpan "Sejarah Bawean"
Ambil satu contoh. Di pelabuhan dusun komalasa terdapat sebuah goa yang masih misteri. goa tersebut belum memiliki nama. Tidak banyak orang yang mengetahui adanya goa tepi pantai itu. Menurut bapak Musa Nawawi, seorang tokoh desa komalasa hanya sekali beliau mendengar dan mendengar orang desa Komalasa yang memasuki goa itu. Satu kali itupun dilakukannya karena ada "rombongan" dari Gresik yang memaksa untuk biasanya memasuki goa itu.
Memang sulit untuk diterka dari luar. Karena pintu goa amat sempit akibat tumpukan pasir di laut. Untuk memasukinya harus terlebih dahulu menyingkirkan sebagian pasir dari mulut goa. Baru sesudah itu, dengan gaya merangkak-rangkak bisa memasukinya.
Tapi ketika sampai di dalam, ruangnya amat luas. Bisa berdiri dan bahkan bermain sepak takraw di dalamnya. Pada saat seorang pemuda komalasa yang memasuki goa tersebut, ia telah masuk sekitar 30 meter, kemudian ia menyelontop ke dalamnya sebelum melanjutka  lebih jauh masuk ke goa tersebut. Ternyata pemandangan di hadapannya masih lebih luas dan amat jauh, sejauh cahaya sentolopnya.
Namun sejenak sebelum melangkahkan kakinya maju, tiba-tiba meruak bebauan yang tidak umum diiringi bunyi-bunyi asing yang membuat bulu kulit berdiri. "Bebauan itu seakan perpaduan antara bunyi ular dan bunyi kucing," lanjut pak Musa. Nah, tentu saja mereka pontang panting berbalik ke belakang dan menuju ke luar goa karena mereka bukanlah kelompok pencinta alam.
Dua Puluh tahun yang lalu di pintu goa tersebut ditemukan sebuah meriam besar terbuat dari besi yang panjangnya sekitar 2 meter beratnya lebih dari 1 kwinta. Kini meriam tersebut disimpan di depam masjid jami' Komalasa. Sampai sekarang "cerita" hubungan antara goa dan meriam yang terdapat di Komalasa tidak ada yang meneliti lebih lanjut.
Komalasa adalah sebuah desa di kecamatan Sangkapura yang memang unik, yang dikemudian hari banyak mewarnai kehidupan masyarakat di pulau Bawean, kemudian kita tarik sebuah garis mata angin,  maka desa Komalasa terletak di arah barat daya dari titik pusat tersebut.
Desa yang luasnya sekitar 2,9 km2  ini dibatasi, sebelah timur: desa Lebak sebelah barat desa Pudakit Barat, Suwari  dan desa Dekat Agung, serta sebelah selatan berbatasan dengan laut Jawa. Desa Komalasa dibagi menjadi empat dusun yaitu dusun Komala Baru (Gunung Gendeng), Sawah Rujing, Dusun Komalasa dan dusun Tanjung Kima. Dihuni lebih 503 kepala keluarga atau 2529 jiwa penduduk. Semua beragama Islam dan merupakan penganut agama yang teguh. Karena memang dari desa inilah ajaran Islam mengalir dan diajarkan ke segenap penjuru di pulau Bawean.
Sebagaimana desa-desa lain di pulau Bawean. Komalasa memiliki tatanan tanah yang berbukit-bukit. Jalan-jalan dusun yang berkelok-kelok dan turun naik karena pada hakikatnya rumah-rumah penduduk dibangun di lereng-lereng atau di lembah gunung. Air yang digunakan penduduk berasal dari sumber mata air tapi di dusun-dusun bagian pantai menggunakan air sumur di samping air sumber. Walapun desa ini merupakan pegunungan yang sekaligus daerah pantai , tapi pemandangannya masih hijau ranun.
Komalasa memang jauh dari pusat perkotaan dan perbelanjaan. Barang kali, karena letak geografi inilah ditambah lagi dengan latar belakang agamanya, orang-orang Komalasa termasuk pekerja-pekerja keras. Bertani, beternak dan mencari ikan ke laut. Juga berdagang menyebar keliling Bawean, hampir semua pusat-pusat pertokoan di Bawean, terdapat pedagang dari Komalasa. Tidak saja, mereka sebagian bekerja di negeri orang sebagai pelaut, pedagang dan yang lainnya.
Para pemuda-pemudanya amat tekun dan gigih dalam mencari ilmu. Baik di Jawa atau di Bawean sendiri. Walau kadang-kadang harus berjalan kaki pulang pergi hal ini bukan merupakan hambatan bagi mereka dalam mengumpulkan bekal hidup. Sehingga banyaklah kini penduduk Komalasa yang telah menjadi "orang" baik di negerinya atau di negeri orang lain. Bagaimanapun, hal ini merupakan andil dalam memperkenalkan Bawean di mata "orang luar"
Untuk asal usul penamaan KOMALASA insyaAllah akan diposting di artikle selanjutnya
Bye bye salam Niteluzz

0 Response to "Desa Komalasa dan Misteri Goa "Sejarah Bawean""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel