Orang Pertama Kali Beragama Islam di Bawean


Orang Pertama Kali Beragama Islam di Bawean
Agama Islam masuk ke Indonesia dengan berbagai cara dan metode sehingga mampu dengan mudah diterima oleh khalayak ramai. Hebatnya perkembangan agama Islam sangatlah pesat dan menjuru dan diantaranya sampai kepada pulau terpencil yang keindahanannya mampu membangkitkan selera bertraveling yang menarik. 

Bawean adalah sebuah pulau yang masyarakatnya bisa dikatakan 100% beragama Islam. Itu merupakan suatu pencapaian yang patut diapresiasi, hebat kan. Tapi sayangnya masyarakatnya sendiri kebanyakan tidak ingin tahu untuk mendalami lebih lanjut akan sejarah tersebut. Oleh karenanya saya ingin berbagi sedikit pengetahuan kepada para pembaca untuk mengetahui siapakah orang pertama kali beragama Islam di pulau Bawean. Kayaknya menarik silahkan lanjutkan membaca artikel orang pertama kali beragama Islam di Bawean.

Sebelum saya lanjutkan kisah tersebut. Mungkin di benak pembaca sudah timbul pertanyaan siapakah orang Islam pertama menginjakkan kakinya di pulau Bawean? Pertanyaan tersebut mungkin timbul karena pembaca pernah mendengar tokoh penyebar agama Islam masuk ke Komalasa (Bawean) dan di Bawean pada saat itu sudah ada orang Islamnya.

Maka perlu diketahui bahwa menurut Ali Mufrodi, seorang pernah meneliti ‘Sejarah Masuknya Islam di Pulau Bawean” menyimpulkan dalam skripsinya yang berjumlah 74 halaman itu bahwa “Penyiar Agama Islam yang pertama di Pulau Bawean adalah Pangeran Panembahan, yang menurut orang  Komalasa disebut Embah Pangeran atau Pangeran Cekot karena tangannya memangnya agak cekot atau Pangeran Komalasa.

Ali mufrodli menyamakan antara pangeran Panembahan dengan Pangeran Bairatsu (Bapak Musa menyebut Majdi Bairatsu), yaitu utusan khusus Sunan Giri, Gresik untuk menyiarkan dan mengajarkan agama Islam di Pulau Bawean. Sedang penyiar agama Islam kedua adalah Maulana Umar Mas’ud yang berasal dari Campa, Palembang, Sematera.

Selanjutnya, Ali Mufrodi memastikan bahwa tempat yang mula-mula digunakan untuk menyebarkan Islam di Pulau Bawean adalah Desa Komalas. Tetapi skripsi yang belum dibukukan itu tidak menyebutkan siapa orang Islam (berarti tidak harus penyebar agama Islam) yang pertama kali mendarat di pulau Bawean. Apakah pangeran Panembahan, Jujuk Campa, embah Ubaidillah atau Embah Subuh?

Diperkirakan bahwa jujuk Campa lebih dahulu mendarat di Komalasa alasan yang pertama bahwa kuburan jujuk Campa berada di dekat pantai Komalasa dan tampaknya lebih tua dibandingkan dengan kuburan Pangeran Panembahan yang terletak di kuburan perkampungan penduduk. Alsan yang kedua bahwa pangeran Panembahan merupakan utusan khusus Sunan Giri, Gresik. Padahal sunan Giri adalah murid yang kemudian menjadi menantu Sunan Ampel. Sedangkan Sunan Ampel atau R. Rahmat adalah anak kemenakan Ratu Darawati. Ayah Darawati itulah yang dikenal dengan Jujuk Campa. Jadi berdasarkan data diatas. Usia jujuk Campa jauh lebih tua dari pada usia Pangeran Panembahan. Dengan demikian kemungkinan besar, lebih dulu jujuk Campa mendarat di pulau Bawean dari pada pangeran Panembahan.

Tapi di bagian lain ada cerita lain menyebutkan bahwa ketika Jujuk Campa mendarat berhalangan ikut mengantarkan Raden Patah ke Tanah Jawah, telah ada orang Islam di Komalasa (sebut saja Kiai), bahkan menurut bapak Musa, kiai itu ikut juga mngantarkan Raden Patah ke Surabaya. Berarti, sebelum jujuk Campa mendarat di Komalasa, tentunya ada orang Islam yang mendahuluinya, walau bukan sebagai penyebar agama Islam yang efektif.

Kini yang paling layak dicurigai bahwa orang Islam pertama kali memasuki pulau Bawean adalah embah Ubaidillah yang dar Sulawesi itu. Tetapi di desa Komalasa masih ada beberapa kuburan membujur utara-selatan (kuburan Islam) yang tidak kalah tuanya dengan kuburan embah Ubaidillah. Atau mungkin juga ada kuburan Islam yang lebih tua di tempat lain di pulau Bawean.

Maka sampai disini dulu yang bisa disampaikan oleh saya mungkin bagi pembaca yang mengetahui lebih lanjut bisa ditambahkan di kolom komentar di bawah artikel ini. Soalnya jika sudah berkenaan dengan sejarah maka akan terjadi beberapi versi yang berbeda tergantung dengan fakta-fakta yang lebih menguatkan. Semoga kedepannya ada peneliti yang sudi meneliti lebih dalam tentang siapakah orang Islam pertama kali di Pulau Bawean ini.

Salam Niteluzz

0 Response to "Orang Pertama Kali Beragama Islam di Bawean"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel