Misteri Makam Jujuk Tampo Bawean

Misteri Makam Jujuk Tampo Bawean


Misteri Makam Jujuk Tampo Bawean

Di dusun Tampo, Desa Pudakit Barat, kecamatan Sangkapura terdapat kuburan tua yang dikeramatkan. Orang sana menyebutnya kuburan Jujuk Tampo.

Tentang embah yang satu ini, tidak ada bukti tertulis yang menguatkan silsilah keluarga dan kehidupannya secara agak lengkap. Jika ada cerita tentang Jujuk Tampo ini, benar-benar hanya dilakukan melalui dari mulut ke mulut yang jelas juju Tampo ini telah menganut agama Islam.

Kalau memperhatikan letak kuburan, bentuk fisik makamnya dan bentuk atau bahan nisannya, besar kemungkinan jujuk Tampo ini lebih tua atau lebih dahulu meninggal  dunia dibandingkan Maulana Umar Mas'ud yang kuburannya ada di Sangkapura. Namun, menurut penjaga makam Jujuk Tampo itu, beliau masih turunan kelima dari Jujuk Tampo. Berarti hal ini perlu penyelidikan lebih lanjut, manakah yang lebih tua dari keduanya.

Diantara makam makam bersejarah yang ada di Pulau Bawean, tampaknya makam jujuk Tampo lebih intensif penjagaannya. Walau pemandangan di sekitarnya terkesan angker, namun kelihatan bersih dan selalu terawat dengan baik tempat pesarannya atau tempat berlindung bagi penziarah

Disana ada jadwal tetap penjagaan. Yakni pada hari Senin, Kamis dan Jum'at. Setiap pukul 07:00 sampai dengan pukul 10:00 pagi hari. Sedangkan pada hari raya dijaga tujuh hari berturut-turut. Jadi bagi orang yang berziarah atau nyekar diharapkan bisanya menyesuaikan dengan daftar jaga tersebut. Terutama yang punya nadzar kesana.  Jadwal tersebut merupakan jadwal dari embah embah terdahulu.

Makam jujuk Tampo dan istrinya terletak lebih tinggi sekitar dua meter dibanding tanah di sekitarnya, seluas kurang lebih 30 meter persegi. Para peziarah tidak boleh naik dan berjalan sembarang arah di sekitar pesarahannya itu.

Menurut Pak Halimi bin Ruyyan, penjaganya yang masih mempunyai darah keturunan jujuk Tampo, mengatakan bahwa para peziarah tidak boleh melewati jalan tengah jalan tengah antara kedua makam itu. Juga dilarang untuk berjalan mengelilingi 360 derajat penuh dari kedua makam tersebut. "Jadi tidak boleh melewati bagian kepala dari kedua makam itu, " kata pak Halimi.

"Orang Tampo dan sekitarnya sesudah mengetahui semua akan hal ini. Saya hanya menjelaskan bagi orang yang masih pertama kali berziarah kesana, "lanjut beliau tanpa menjelaskan akibat apa yang akan terjadi jika ada peziarah yang berjalan seenaknya disana.

Sampai disini dulu cerita misterinya jangan lupa membaca artikel lainnya ya dan share jika anda suka atau tertarik dengan tulisan tulisan semacam ini

0 Response to "Misteri Makam Jujuk Tampo Bawean"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel